Santunan Yatim Piatu dan Dhuafa Masjid Al Barkah
“…Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan….”. (Q.S. Al Baqarah, 2:220)
“Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar”. (Q.S. An Nisaa’, 4:2)
“Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu). (Q.S. An Nisaa’, 4:6).
Kominfo Albarkah 11 Juli 2015
Gema Ramadhan 1436 H / 2015 M
Remaja Islam Masjid Al Barkah ( RIMBA) kembali menyemarakan bulan Ramadhan 1436 H / 2015 M, berbagai kegiatan kali ini menyasar pada pembinaan generasi muda untuk menumbuhkan nilai-nilai agama pada usia dini khususnya di lingkungan Masjid Al Barkah umumnya di Jakarta. adapun kegiatan yang di laksanakan antara lain Tadarus Alqur'an, Mozaik Ramadhan dan berbagai lomba yang bersifat pembinaan generasi muda antara lain lomba hifdzil qur'an, lomba adzan subuh, cerdas cermat untuk anak dan lomba MTQ untuk anak dan Remaja. Kegiatan tersebut berlangsung dari awal Ramadhan hingga akhir Ramadhan, Pembukaan Gema Ramadhan di buka oleh Camat Pasar Minggu dan Lurah Cilandak Timur Jakarta Selatan. Menurut Drs. Haryanto (Camat Pasar Minggu) mudah-mudahan acara tersebut dapat melahirkan generasi muda islam yang berkualitas. (Kominfo Albarkah)





Kunjungan Ketua Dewan Masjid Indonesia HM. Jusuf Kalla
Ketua Dewan Masjid Indonesia H.M. Jusuf Kalla mengunjungi Masjid Al Barakah Jeruk Purut, Jakarta Selatan pada Minggu, 26 Januari 2014 yang telah ditata sound systemnya. Perbaikan ini menelan biaya Rp 75 juta rupiah.
JK mengungkapkan, sebelumnya masjid ini hanya 20 persen kedengaran dengan baik audionya. Sehingga khotbah tidak sepenuhnya didengar dengan baik oleh jamaah. Rugi sekali, kata JK, kalau yang ceramah baik tapi pesannya tak sampai karena jeleknya sound system.
"Bayangkan kalau yang ceramah Quraish Syihab, tapi tidak bisa didengar dengan baik, betapa ruginya," kata JK dalam sambutannya.
Kehadiran JK disambut oleh tabuhan marawis Remaja Islam Masjid Al-Barkah dan para pengurus Masjid Al-Barkah antara lain ketua Masjid Al-Barkah H. Rasim, HN dan hadir pula Prof.DR.Quraish Shihab, MA selaku dewan penasehat Masjid Al-Barkah Jeruk Purut Jakarta Selatan.
(Kominfo Albarkah)
Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 H/2014 M
Apakah terlalu mencintai Rasulullah SAW dapat dikatakan fanatik atau berlebihan?
Media Beropini Sesat dan Menyesatkan
WASPADA BERITA DARI KAUM FASIK
Media
beropini sesat dan menyesatkan
Allah SWT telah berfirman, yang artinya: "Hai
orang-orang yang beriman, jika datang kepada kamu orang fasik membawa berita,
periksalah dengan teliti (tabayyun) agar kamu tidak menimpakan suatu musibah
kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal
atas perbuatanmu itu." (Q. S. Al-Hujuraat: 6) Allah SWT telah begitu tegas memberikan panduan kepada kaum
muslimin di dalam menyikapi suatu informasi (berita):
Telitilah berita yang dibawa atau disiarkan oleh
orang-orang fasik. Artinya, jangan mudah percaya begitu saja kepada suatu
berita, kabar, opini, atau informasi yang disebarkan oleh orang-orang fasik. Siapakah orang-orang
yang disebut fasik itu? Kata fasik berasal
dari kata dasar al-fisq, yang berarti "keluar" (khuruj). Orang bilang
bahwa media modern sekuler memiliki motto “bad news is good news”. Artinya
setiap kejadian buruk malah menjadi sumber penghasilan. Oleh karenanya media bermotto seperti itu sangat rajin
mengumpulkan dan menyebarluaskan berbagai kejadian yang mengandung kemaksiatan,
perbuatan keji, permusuhan, intrik, konflik dan kriminalitas. Semakin heboh suatu kejadian semakin bersemangat para
kuli tinta sekuler memburunya. Itulah realitas berbagai media yang sejatinya
berkarakter “modern sekuler”. Dia tidak peduli jika berita yang disebarluaskan
melanggar akhlak ajaran Islam. Ia hanya
mengutamakan bagaimana caranya agar tiras atau ratingnya tinggi di mata para
pembaca, pendengar atau pemirsanya. Semakin tinggi tiras, maka semakin besar
income yang dihasilkan. Inilah realita dunia media-massa pada umumnya di zaman
penuh fitnah dewasa ini. Sampai di sini
sesungguhnya masalah yang timbul sudah cukup parah. Sebab keadaan ini
menjadikan masyarakat setiap hari harus mendengar, menyaksikan dan
mengunyah-ngunyah berbagai berita buruk yang sudah barang tentu mempengaruhi
otak dan hatinya. Dan akibat selanjutnya masyarakat cenderung mengalami
de-sensitisasi (penurunan kehalusan perasaan/penginderaan) terhadap berbagai
perilaku kemaksiatan, perbuatan keji, permusuhan, intrik, konflik dan
kriminalitas yang diberitakan media-massa.
Artinya masyarakat kian hari menjadi kian terbiasa
dengan berbagai keburukan tersebut sehingga menjadi toleran terhadap semua hal
keji itu. Akibat puncaknya hilanglah ghirah (kecemburuan) di dalam diri dan
akhirnya spirit amar ma’ruf nahi munkar (menegakkan kebaikan dan mencegah
kemungkaran) menjadi pupus kalau tidak bisa dibilang mati sama sekali.
Sulit menemukan media dewasa ini yang berfungsi
sebagai pelita di tengah kegelapan zaman penuh fitnah. Media yang menyebabkan
manusia menjadi ingat dan tunduk-merendah kepada sang Pencipta Alam Raya, Allah
SWT . Yang menyebarluaskan optimisme akan masa depan cerah kebangkitan kembali
dienullah Al-Islam. Yang meyakinkan masyarakat bahwa hanya dengan kembali
kepada Al-Islam sajalah dunia akan menemukan keadilan, kedamaian dan
kesejahteraan hakiki. Yang tidak ikut terkotak ke dalam fanatisme kelompok,
golongan maupun partai alias media partisan.
Yang senantiasa mengingatkan masyarakat bahwa
kehidupan dunia bersifat fana dan bakal sirna, sedangkan kehidupan akhirat
merupakan kehidupan sejati dan abadi. Yang meyakinkan ummat bahwa sepahit
apapun penderitaan dunia, sesungguhnya ia tidak setara dan tidak patut
disejajarkan dengan kesengsaraan hakiki Murka dan Neraka Allah di akhirat kelak
nanti. Yang terus-menerus menyadarkan masyarakat bahwa senikmat apapun
kesenangan dunia, namun ia tidak pantas diburu dan dikejar sebagaimana
seharusnya berkompetisi memburu kebahagiaan hakiki dan lestari Ridho dan Jannah
Allah di akhirat kelak. Yang menyemangati setiap orang beriman agar selalu
memperjuangkan ihdal-husnayain (satu dari dua kebaikan), yakni isy kariiman
(hidup mulia di bawah naungan Syariat Allah) atau mut syahiidan (mati syahid).
(AS)
Maulid Nabi Muhammad Sebagai Cahaya Keimanan Umat
Maulid Nabi Muhammad Sebagai
Cahaya Keimanan Umat
Sebuah Kaladioskop dari Peringatan
Maulid di Cilandak Timur
Oleh
: Drs. H. Hamzah Ahmad, MM
(Di Ambil dari Artikel Buletin Mimbar Shubuh Sebelas Menara Edisi Maulid)
“Sesungguhnya
telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi
orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak
menyebut Allah.” (QS.
Al-Ahzab:
21).
Gema Maulid
Nabi Muhammad SAW tahun ini 1434 H, sudah kita rasakan getarannya. Alunanan
Sholawat dari riwayat Perjalanan
Nabi termulia di mulia di Kompleks
Pendidikan Islam Darul Maa’rif
Cipete Jakarta Selatan. Berlanjut
di Masjid Al-Falah Cilandak,
bergema kembali di
Masjid Almaarif Pimpinan H
Achfas H Subuh. Di sambut oleh Mushalla
Baitun Naim Pimpinan Buya H Natsir Rohidi dan begitu meriah di masjid Arrohmah yang
di ketua oleh Bapak Syafii H Abdullah.
Artikel ini hanya
mengungkapkan beberapa hikmah yang
bersifat historical, dan motivasi imaniyah bagi kita. Memperingati Hari
Kelahiran Nabi merupakan aktifitas luhur mengingat kembali diutusnya Muhammad
SAW sebagai Rasul. Jika dengan mengingat saja kita bisa mendapatkan
semangat-semangat khusus dalam beragama, tentu ini akan mendapatkan pahala.
Apalagi jika peringatan itu betul-betul dengan niat “sebagai bentuk rasa cinta
kita kepada Nabi Muhammad SAW”.
Dalam catatan historis, Maulid Nabi Muhammad SAW dimulai sejak zaman kekhalifahan
Fathimiyah di bawah pimpinan keturunan dari Fatimah Az-Zahrah, putri Nabi Muhammad
SAW. Perayaan ini dilaksanakan atas usulan panglima perang, Shalahuddin Al-Ayyubi
(1137M-1193 M), kepada khalifah agar mengadakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad
SAW. Hal itu membawa hikmah yang sangat
luar biasa, kemampuan Umat Islam
mengalami perkembangan yang
sangat significant, hingga akhirnya
mampu menguasai kembali
kota Umat Islam Al Aqso
dari kaum Salibis.
Agenda mandasar dan umum
tidak lain adalah mencari dan meneladani
terus dari Keteladanan Nabi
Muhammad SAW, hendaknya menjadi panutan dan pedoman hidup setiap muslim. Dibalik semua perayaan yang
berlangsung tersebut ada hal yang paling penting kita maknai, agar perayaan itu
bukan sekedar seremonial belaka. Peringatan maulid itu dalam rangka mengingat
kembali sejarah kehidupan Rasulullah SAW., mengingat kepribadian beliau yang
agung, mengingat misinya yang universal
dan abadi, misi yang Allah SWT tegaskan sebagai rahmatan lil’alamin. Syaikh
Dr. Yusuf Al Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama Internasional, mengungkapkan
dalam situs beliau: “Ketika kita berbicara tentang peristiwa maulid ini,
kita sedang mengingatkan umat akan nikmat pemberian yang sangat besar, nikmat
keberlangsungan risalah, nikmat kelanjutan kenabian. Dan berbicara atau
membicarakan nikmat sangatlah dianjurkan oleh syariat dan sangat dibutuhkan.” Kenyataan saat ini telah membuktikan,
bahwa disebabkan belum bersungguh-sungguhnya kita dalam meneladani Rasulullah
SAW dalam mengarungi perjuangan hidup, maka kehidupan kaum muslimin saat ini
cenderung terperosok menjadi Umat terbelakang, dibandingkan dengan Umat-Umat
lain di hampir semua bidang kehidupan.
Dan
tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta
alam. (QS. Al-Anbiya’ 107) Rohmat dalam beberapa pengertian yaitu kasih
sayang. Dalam konteks ini tidak
lain adalah dengan di turunkannya Rasulullah SAW kealam dunia
ini adalah rahmat yang
sangat besar nilainya baik
secara korelasi duniawiyah maupun Ukhrawiyah.
Habib Ali
Bin Abdurrahman Assegaff, merupakan
sosok habib yang
menjadi panutan bagi Umat
Islam di Jakarta saat ini. Hal
itu bukan hal
yang tidak mendasar, karakter
dan kewaro’anya sangat
mendasar di lingkungan Jakarta.Pada Peringatan Maulid di
Masjid Al Maarif, 2 Januari
2013, yang lalu. Diantara hikmah
mendasar tausiayah Habib Ali adalah : Hadits
Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiallahu ‘anhu tentang perpecahan Umat, Nabi
Muhammad SAW bersabda : “Sesunggunya agama (Umat) ini akan
terpecah menjadi 73 (kelompok), 72 di (ancam masuk ke) dalam Neraka dan satu
yang didalam Surga, dia adalah Al-Jama’ah”. (HR.
Ahmad dan Abu Daud dan juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Anas bin Malik
radhiallahu ‘anhu dan juga mirip dengannya dari hadits Auf bin Malik Radhiallahu
‘anhu). Beliau,
mengungkapkan tentang perlunya kita
menjaga kondisi umat dari
terpecahnya Umat manusia pada
beberapa kolompok. Yahudi
terpecah, Nasrani terpecah, Islam
juga demikian, dari pecahnya
islam menjadi 73 golongan
hanya satu yang di terima oleh Allah. Benang merah dari
uraian hikmah dari habib Ali juga
tentang perlunya kita
berterima kasih pada 4
orang sahabat Rasulullah
SAW. Yaitu ; Syaidina Abi Bakar r.a, Ummar Ibnu Khottab, dan Sayyidina
Utsman Ibnu Affan dan Syaidina Ali Ibnu
Abi Tholib. r.a. Hal ini karena
tidak lain karena kinerja mereka dalam perjalanan Islam sungguh snagat
luar biasa. Penulis mengungkapkan,
urat nadi perjuangan
Islam setelah Rasulullah sangta
berpengaruh pada
khilafaurrasidin yang oleh ahlusunnah
waljamaah sangat menghormati
mereka. Munculnya aliran alairan yang harus di waspadai saat ini, pada dasarnya juga
terdapat pengaruh juga pada
bagaimana mendalamai latar
belakang dan sejarah sahabat -sahabat
rasul ini.
KH. DR. Manarul
Hidayah M.Pd,
juga memberikan penekanan
yang mendasar bagi Umat islam saat ini,
agar berhati-hati terhadap
bermunculan pemikiran-pemikiran dalam
Islam, sampai-sampai beliau
mengungkapkan, seorang habiebpun jika dia
tidak mau menyebutkan keempat Sahabat
Rasulullah, ( Abu Bakar, Ummar Bin Khatab, Usman Bin Affan dan Ali bin
abi Tholib,), jangan di jadikan referensi atau
tidak usaha di ikut sertakan oleh Umat dalam berbagai
kegiatan Keislaman “ demikian
menurut beliau.
KH. Abdurrahman Nawi,
ulama betawi yang juga kharismatik
ini, lebih menekankan pada
kondisi dari peringatan Maulid itu
sendiri. Bid’ah yang
di sandarkan kepada
pelaksanaan maulid itu sendiri
seharusnya di teliti juga
jenis bid’ah itu. Karena bid’ah itu
bisa mubah,sunnah dan makruh bahkan memang bisa haram. Demikian di sampaikan di Musholah baitun Naim Pedurenan. Alhamdulillah jika kita dapat menyelenggarakan peringatan
Maulid Nabi Muhammad SAW dengan meriah. Namun hendaknya jangan terlalu bangga dulu.
Sebab terselenggaranya acara itu baru ibarat awan. Meriahnya suasana baru
laksana hujan. Bagaimana dengan buahnya ?. Sudah wujudkah ?.Buahnya adalah
“Mutiara hikmah dan perubahan”. Perubahan menjadi lebih baik. Lebih utuh dan
lebih bersungguh-sungguh dalam meneladani Rasulullah SAW dalam seluruh sisi
kehidupan kita. Kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, negara dan
dunia.
Rasulullah
SAW adalah rahmat bagi semesta alam, kebaikan dan keberkahannya tidak hanya
didapatkan oleh orang-orang yang semasanya dan tidak pula berakhir dengan
wafatnya.
Kepada Nabi Muhammad SAW, Allah SWT berfirman: "Dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan)
kententraman jiwa bagi mereka. Allah Maha mendengar, maha mengetahui."
(Qs. At-Taubah: 103).
Terdapat satu do’a yang perlu kita
jadikan referensi dalam kehidupan kita yaitu “ Allahumma inni atawajjahu ilaika binabiyyika
nabiyyirrahmati Muhammadin shallallahu `alaihi wa alihi”. yang
artinya : “Ya Allah, sesungguhnya aku
memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan (perantaraan) Nabi-Mu, nabi
pembawa rahmat, Nabi Muhammad, shalawat atasnya dan atas keluarganya”.
Sosok KH.
Drs. Sofwan Nizomi memang masih agak
asing dengan telinga masyarakat Cilandak Timur. Akan tetapi untuk lingkungan Pondok
Pinang, Pondok Indah dan sekitar kebayoran lama, nama ini sangat di
segani. Menjadi murid utama (alm) KH Syafii
Hazfdami bertahun tahun rupanya
benar benar membawa keberkahan
yang luar biasa baginya. Dan integritas
keilmuannya juga demikian.
Pada 2 kesempatan, di Mushalla Baitun naim dan
Masjid arrohmah beliau
mengungkap 2 tema yang berbeda.
Saat di Mushalla
Baitun Naim, Beliau lebih menekankan pada “perlunya
Umat islam menghormati orang - orang sholaeh dan dapat
di jadikan wasilah“.
Ilustsrai beliau. Lain halnya
di Masjid Arrohmah,
Beliau dengan bahasa
arab yang sangat faseh, mengungkapkan tentang : Sangat Perlunya
mengantisisfasi munculnya radio radio
dakwah yang membawa pemikiran islam, menurutnya,
mereka yang berdakwah melalui
media radio misalnya,
dalam berdakwah belum masuk pada
substansi tiga hal
utama dalam Islam, yaitu : Islam,
Iman, dan Ihsan. Yang mereka lakukan hanya
bersifat Iman, dan islam
tetapi hal ihsan sangat di tinggalkan. Jadi akhlaknya sangat buruk.
Dalam tatanan sejarah sosio
antropologis Islam, Muhammad SAW dapat dilihat dan dipahami dalam dua dimensi
sosial yang berbeda dan saling melengkapi. Lain halnya
KH.
Drs. Mursyidi, di Masjid
Arrohmah, beliau memunculkan satu
kondisi manusia yang
di ilustrasikan bagaikan hewan kambing. Kambing yang susah di atur, sulit di urus, jika
anaknya mabuk maka
si kambing diam saja dan tidak berbuat apapun terhadap anaknya,
Begitulah sifat manusia, jika si bapak
tidak menghiraukan anaknya mabuk mabukan, sama saja dengan hewan kambing.
Pada kesempatan itu pula, KH
Mursyidi mengungkapkan perlunya teregulasi
baru tentang harus di bangkitkannya generasi Muda Islam di berbagai momentum kegiatan Islam.
Tujuannya agar
terdapat regenerasi yang baik bagi Islam di masyarakat. Akan tetapi SDM
generasi Islam juga harus siap
dan mampu bersaing. Umat Jakarta
menurut beliau saat kejadian
banjir yang lalu, diumpamakan bagaikan azab Allah yang sedang
membersihkan kota Jakarta
dari lumuran dosa
yang terjadi pada malam tahun baru 2013 lalu. Hikmah utamanya
dari KH Mursyidi yaitu
perlunya kita kembali pada
nasehat Rasulullah yaitu dengan melestarikan
ajaran dan misi perjuangan Rasulullah, dan juga para Nabi. Sesaat sebelum
menghembuskan nafas terakhir, Rasul meninggalkan pesan pada umat yang amat
dicintainya ini. Beliau bersabda : “Aku tinggalkan pada kalian dua hal, kalian
tidak akan tersesat dengannya, yakni Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya sallallahu
alaihi wa sallam” (HR. Malik).
Khatimah dari
Kaladioskop Malulid Nabi Muhammad
SAW yang pertama ini yaitu ;
Pertama, Umat harus
mulai melakukan selektif dengan
berbagai perkembangan pola pemikiran
yang ada. Karena biar bagaimanapun
mereka yang tidak suka terhadfap Islam
itu sendiri masih berusaha meredupkan cahaya Islam
di muka bumi ini.
Kedua,
Besarnya anggaran finansial yang di butuhkan oleh penyelenggaraan Maulid
itu harus di barengi dengan pertumbuhan kualitas
beragama Umat.
Ketiga, dalam
perspektif teologis-religius, Muhammad SAW dilihat dan dipahami sebagai sosok Nabi
sekaligus Rasul terakhir dalam tatanan konsep keislaman. Hal ini memposisikan
Muhammad SAW sebagai sosok manusia sakral yang merupakan wakil Tuhan di dunia
yang bertugas membawa, menyampaikan, serta mengaplikasikan segala bentuk pesan
“suci” Tuhan kepada umat manusia secara universal. (HA)
MIMBAR SUBUH EDISI MAULID 1434 H
Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1434
![]() |
| Hadroh Remaja Masjid Al Barkah |
![]() |
| Mahlul Qiyam |
![]() |
| H. Rasim, HN (Ketua Masjid Al Barkah) |
![]() |
| KH. Musyfiq Amrullah, Lc. M.Si |
![]() |
| H. Pardi, SH (Anggota DPD RI) |
![]() |
| Sekitar Seribu Jamaah Memadati Masjid Al Barkah |
Masjid
Al-Barkah Jeruk Purut Jakarta Selatan
Perayaan Maulid Nabi diperkirakan pertama kali diperkenalkan
oleh Abu Said al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin
Al-Ayyubi (1138-1193).
Adapula yang berpendapat bahwa idenya justru berasal dari Sultan Salahuddin
sendiri. Tujuannya adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad
SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu, yang sedang
terlibat dalam Perang Salib
melawan
pasukan Kristen Eropa dalam upaya memperebutkan kota Yerusalem dan sekitarnya. Pada tanggal 24 Januari
2012 atau dalam tanggal Islam jatuh pada tanggal 12 Rabbiul Awal 1434 H, Umat
muslim dunia merayakan hari mulia kelahiran imam, pemimpin, juga nabi dan Rasul
pilihan Allah SWT, rasul terakhir yang di tunjuk Allah SWT untuk membawa
manusia dari jaman jahiliyah menuju jaman yang terang benderang.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Masjid Al Barkah
Hadirilah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Bersama Para Habaib, Ulama & Umaro' di Masjid Al BarkahKamis, 24 Januari 2013 / 12 Rabiul Awal 1434 H Pukul, 11.00 - Selesai ( Shalat Dzuhur Berjama'ah). (Kominfo Masjid Al Barkah Jeruk Purut Jak - Sel)
Mimbar Subuh
Masjid Al Barkah bersama seluruh Masjid & Mushalla Se-Cilandak Timur yang tergabung dalam Kuliah Subuh Gabungan Masjid & Mushalla Se- Cilandak Timur menerbitkan buletin bulanan yang berisikan kutipan ceramah dan kegiatan kuliah subuh setiap bulan, bukan cuma itu dalam bahasan buletin tersebut penuh ilmu dan manfaat untuk kehidupan sehari-hari, adapun rubrik yang terdapat di dalamnya antara lain Mimbar Subuh, Hikmah, Renungan, Fiqih dll. buletin ini terbit setiap bulan di masjid dan mushalla Se-Cilandak Timur Jakarta Selatan. (Kominfo Masjid Al Barkah)
TOUR YATIM/PIATU MASJID AL-BARKAH
Dalam Rangka menyambut tahun baru Islam sudah menjadi rutinitas pengurus Masjid Al-Barkah Jeruk Purut untuk berbagi dan menyantuni Yatim piatu dan para dhuafa di lingkungan Masjid Al-Barkah. Pada tahun ini 1434 H/ 2012 M Pengurus Masjid berencana mengadakan Tour sekaligus Santunan Yatim Piatu ke Dunia Fantasi Ancol yang akan dilaksanakan pada hari minggu, 25 November 2012, para yatim/piatu akan berkumpul tepat bukul 07.00 WIB di halaman Masjid Al-Barkah dan berangkat menuju Dunia Fantasi, Ancol Jakarta.
(Kominfo Masjid Al-Barkah)
Duka Nestafa Palestina
Pernah merasa tidak berdaya? ketika saudaramu di aniaya, di hajar sampai
berdarah -darah di depan matamu tanpa bisa berbuat apa -apa? Itulah
yang lagi terjadi di Palestina . Batapa getirnya, melihat bocah-bocah
yang berlumur darah tergeletak bak boneka mainan di tanah akibat
hantaman rudal israel. Geram dan bingung………yah…geram, pengen balas,
pengen bantu , pengen sekedar menggendong tubuh -tubuh mungil tak
berdaya, namun tak bisa. Bingung karena parade penyiksaan di luar peri
kemanusiaan itu hanya jadi tontonan lembaga dunia yang mengaku sebagai
perserikatan bangsa-bangsa. Bingung, karena Amerika malah menganggap
benar tindakan zionis yahudi , dan malah mendukung dengan mengatakan itu
adalah tindakan membela diri. Lalu bangsa palestina dengan senjata yang
sangat terbatas, mencoba melawan sebisa-bisanya dan berlakulah hukum
alam, kejahatan yang terorganisir akan mengalahkahkan kebenaran yang
lemah. Bangsa palestina berguguran laksana helai-helai daun di musim
salju. Siapakah mereka? Merakalah saudara kita. Mereka lah yang kata
rasulullah, bagaikan satu tubuh dengan kita, merekalah yang di gambarkan
sebagai saudara kita , yang harus kita bela darah dan kehormatanya.
Namun, kemana kita waktu mereka di bantai? adakah kita mengingat mereka
di kala kita tertidur pulas, bahwa mungkin mereka belum tidur sejak
invasi dimulai? adakah terbersit dalam pikiran kita, ketika duduk
kekeyangan dan dalam waktu bersama air mata kepedihan bercampur darah
menggenangi pelupuk mata mereka? Lalu saudara seperti apakah kita?
Saudara kah kita? masih bisakah kita mengaku saudara? betapa berat
tangan kita untuk sekedar menyumbang seratus ribu. Yang bagi kita uang
sejumlah itu hanya untuk membeli satu kali makan siang kita, yang untuk
mereka bisa berubah menjadi infus, selimut, makanan, bahkan air minum
yang bisa menghapus sedikit dahaga mereka.
Pernahkah sedikit saja kita
membayangkan posisi mereka jadi posisi kita? Mungkin kita tidak akan
sanggup. Mungkin sebagian dari kita memilih mati ketimbang menjadi orang
palestina. Duka nestapa apa yang bisa menandingi ketika seorang ayah
palestina, mencoba menyembunyikan anak lelakinya yang berumur 5 tahun di
belakangnya dan sniper yahudi mencari dan memilih anggota tubuh sang
bocah untuk jadi sasaran pelurunya? Seolah-olah semua orang palestina
ditakdirkan mati di tangan YAHUDI. Merekalah saudara kita yang sedang
menunggu uluran tangan dan doa kita. Mari hapus duka mereka, mari
buktikan bahwa kita saudara. Janji Allah itu pasti benar. Bersabarlah
wahai saudara kami, bangsa palestina. Kelak batu pun akan mengatakan
keberadaan orang yahudi, ketika hari itu tiba, tidak ada tempat bagi
YAHUDI untuk melarikan diri. Seperti apa yang telah mereka perbuat saat
ini. (Achmad Sukriya, S.Ikom, Kominfo Albarkah)
Peringatan Meriah Sambut Muharram 1434 H di Masjid Albarkah
Jum’at, 16 November 2012 Masjid
Albarkah bekerjasama dengan Masjid Almagfiroh, Forum Remaja Islam Masid
Cilandak Timur dan DPRt. Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) Cilandak Timur
menggelar acara Syiar Muharram menyambut datangnya Tahun baru Hijriyah 1434
H/2012 M, Acara berlangsung sangat meriah diawali dengan pawai kafilah selepas
Isya dari masjid Al-Maghfiroh menuju Masjid Al-Barkah yang berjarak kurang
lebih 2KM, pawai kafilah diikuti sekitar 1000 peserta terdiri dari anak-anak,
kaum Ibu dan warga dari masing-masing RT di RW.02 dan RW 03 Kelurahan Cilandak
Timur Pasar Minggu Jakarta Selatan. Acara juga diisi oleh pentas seni budaya
islam dan perlombaan sholawat kaum Ibu, acara semakin meriah ketika pawai
kafilah tiba di masjid Al-Barkah dengan disambut ratusan petasan yang mengiring
kedatangan kafilah sebagai symbol suka cita hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari
kota Makkah ke kota Madinah.
![]() |
| Ust. Drs. H. Hamzah, MM (Ketua Penyelenggara) |
Menurut ketua panitia Ust. Drs. H. Hamzah, MM saat di wawancarai TVONE “Acara ini diadakan untuk
mengingat dan meneladani kisah hijrahnya nabi Besar Muhammad SAW, agar kita
selaku generasi Islam abad ini tidak melupakan tahun baru umat Islam yang
sesungguhnya. Merupakan suatu yang sangat disayangkan ketika kaum muslimin
lebih mengutamakan penanggalan kaum Nasrani,
yaitu penanggalan Masehi. Di
sisi lain, mereka melupakan penanggalan Islam, yaitu penanggalan Hijriyah. Ini adalah sesuatu yang
jarang disadari oleh kaum muslimin, jadi moment ini adalah moment yang tepat
untuk menunjukan kepada generasi muda bahwa tahun baru hijriyah atau tahun baru
islam juga bisa di adakan secara meriah seperti ini”.
![]() |
| Bazzar Rakyat Ikut Meriahkan Acara |
Acara tersebut di tutup tepat
pukul 23.00 WIB dengan acara puncak pembagian hadiah untuk para peserta kafilah
dan lomba sholawat kaum ibu, namun walaupun acara telah berakhir para peserta
pawai kafilah dan para hadirin yang hadir di suguhi bazzar rakyat yang membuat
acara tersebut tetap ramai hingga puku 24.00 WIB.
(Achmad Sukriya, S.Ikom, Kominfo
Masjid Albarkah)
Langganan:
Postingan (Atom)

























