Santunan Yatim Piatu dan Dhuafa Masjid Al Barkah

“…Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan….”. (Q.S. Al Baqarah, 2:220) “Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar”. (Q.S. An Nisaa’, 4:2) “Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu). (Q.S. An Nisaa’, 4:6). Kominfo Albarkah 11 Juli 2015

Penutupan Pekan Lomba Gema Ramadhan 1436 H

Gema Ramadhan 1436 H / 2015 M

Remaja Islam Masjid Al Barkah ( RIMBA) kembali menyemarakan bulan Ramadhan 1436 H / 2015 M, berbagai kegiatan kali ini menyasar pada pembinaan generasi muda untuk menumbuhkan nilai-nilai agama pada usia dini khususnya di lingkungan Masjid Al Barkah umumnya di Jakarta. adapun kegiatan yang di laksanakan antara lain Tadarus Alqur'an, Mozaik Ramadhan dan berbagai lomba yang bersifat pembinaan generasi muda antara lain lomba hifdzil qur'an, lomba adzan subuh, cerdas cermat untuk anak dan lomba MTQ untuk anak dan Remaja. Kegiatan tersebut berlangsung dari awal Ramadhan hingga akhir Ramadhan, Pembukaan Gema Ramadhan di buka oleh Camat Pasar Minggu dan Lurah Cilandak Timur Jakarta Selatan. Menurut Drs. Haryanto (Camat Pasar Minggu) mudah-mudahan acara tersebut dapat melahirkan generasi muda islam yang berkualitas. (Kominfo Albarkah)

Kunjungan Ketua Dewan Masjid Indonesia HM. Jusuf Kalla



Ketua Dewan Masjid Indonesia H.M. Jusuf Kalla mengunjungi Masjid Al Barakah Jeruk Purut, Jakarta Selatan pada Minggu, 26 Januari 2014 yang telah ditata sound systemnya. Perbaikan ini menelan biaya Rp 75 juta rupiah.

JK mengungkapkan, sebelumnya masjid ini hanya 20 persen kedengaran dengan baik audionya. Sehingga khotbah tidak sepenuhnya didengar dengan baik oleh jamaah. Rugi sekali, kata JK, kalau yang ceramah baik tapi pesannya tak sampai karena jeleknya sound system.

"Bayangkan kalau yang ceramah Quraish Syihab, tapi tidak bisa didengar dengan baik, betapa ruginya," kata JK dalam sambutannya.

Kehadiran JK disambut oleh tabuhan marawis Remaja Islam Masjid Al-Barkah dan para pengurus Masjid Al-Barkah antara lain ketua Masjid Al-Barkah H. Rasim, HN dan hadir pula Prof.DR.Quraish Shihab, MA selaku dewan penasehat Masjid Al-Barkah Jeruk Purut Jakarta Selatan.

(Kominfo Albarkah)

Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 H/2014 M

Mahalul Qiyam :
Apakah terlalu mencintai Rasulullah SAW dapat dikatakan fanatik atau berlebihan?

Media Beropini Sesat dan Menyesatkan



WASPADA BERITA DARI KAUM FASIK
Media beropini sesat dan menyesatkan



Allah SWT telah berfirman, yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kamu orang fasik membawa berita, periksalah dengan teliti (tabayyun) agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (Q. S. Al-Hujuraat: 6) Allah SWT telah begitu tegas memberikan panduan kepada kaum muslimin di dalam menyikapi suatu informasi (berita):

Telitilah berita yang dibawa atau disiarkan oleh orang-orang fasik. Artinya, jangan mudah percaya begitu saja kepada suatu berita, kabar, opini, atau informasi yang disebarkan oleh orang-orang fasik. Siapakah orang-orang yang disebut fasik itu? Kata fasik berasal dari kata dasar al-fisq, yang berarti "keluar" (khuruj). Orang bilang bahwa media modern sekuler memiliki motto “bad news is good news”. Artinya setiap kejadian buruk malah menjadi sumber penghasilan. Oleh karenanya media bermotto seperti itu sangat rajin mengumpulkan dan menyebarluaskan berbagai kejadian yang mengandung kemaksiatan, perbuatan keji, permusuhan, intrik, konflik dan kriminalitas. Semakin heboh suatu kejadian semakin bersemangat para kuli tinta sekuler memburunya. Itulah realitas berbagai media yang sejatinya berkarakter “modern sekuler”. Dia tidak peduli jika berita yang disebarluaskan melanggar akhlak ajaran Islam. Ia hanya mengutamakan bagaimana caranya agar tiras atau ratingnya tinggi di mata para pembaca, pendengar atau pemirsanya. Semakin tinggi tiras, maka semakin besar income yang dihasilkan. Inilah realita dunia media-massa pada umumnya di zaman penuh fitnah dewasa ini. Sampai di sini sesungguhnya masalah yang timbul sudah cukup parah. Sebab keadaan ini menjadikan masyarakat setiap hari harus mendengar, menyaksikan dan mengunyah-ngunyah berbagai berita buruk yang sudah barang tentu mempengaruhi otak dan hatinya. Dan akibat selanjutnya masyarakat cenderung mengalami de-sensitisasi (penurunan kehalusan perasaan/penginderaan) terhadap berbagai perilaku kemaksiatan, perbuatan keji, permusuhan, intrik, konflik dan kriminalitas yang diberitakan media-massa.

Artinya masyarakat kian hari menjadi kian terbiasa dengan berbagai keburukan tersebut sehingga menjadi toleran terhadap semua hal keji itu. Akibat puncaknya hilanglah ghirah (kecemburuan) di dalam diri dan akhirnya spirit amar ma’ruf nahi munkar (menegakkan kebaikan dan mencegah kemungkaran) menjadi pupus kalau tidak bisa dibilang mati sama sekali.

Sulit menemukan media dewasa ini yang berfungsi sebagai pelita di tengah kegelapan zaman penuh fitnah. Media yang menyebabkan manusia menjadi ingat dan tunduk-merendah kepada sang Pencipta Alam Raya, Allah SWT . Yang menyebarluaskan optimisme akan masa depan cerah kebangkitan kembali dienullah Al-Islam. Yang meyakinkan masyarakat bahwa hanya dengan kembali kepada Al-Islam sajalah dunia akan menemukan keadilan, kedamaian dan kesejahteraan hakiki. Yang tidak ikut terkotak ke dalam fanatisme kelompok, golongan maupun partai alias media partisan.

Yang senantiasa mengingatkan masyarakat bahwa kehidupan dunia bersifat fana dan bakal sirna, sedangkan kehidupan akhirat merupakan kehidupan sejati dan abadi. Yang meyakinkan ummat bahwa sepahit apapun penderitaan dunia, sesungguhnya ia tidak setara dan tidak patut disejajarkan dengan kesengsaraan hakiki Murka dan Neraka Allah di akhirat kelak nanti. Yang terus-menerus menyadarkan masyarakat bahwa senikmat apapun kesenangan dunia, namun ia tidak pantas diburu dan dikejar sebagaimana seharusnya berkompetisi memburu kebahagiaan hakiki dan lestari Ridho dan Jannah Allah di akhirat kelak. Yang menyemangati setiap orang beriman agar selalu memperjuangkan ihdal-husnayain (satu dari dua kebaikan), yakni isy kariiman (hidup mulia di bawah naungan Syariat Allah) atau mut syahiidan (mati syahid). (AS)

Maulid Nabi Muhammad Sebagai Cahaya Keimanan Umat



Maulid Nabi Muhammad Sebagai Cahaya Keimanan Umat
Sebuah Kaladioskop dari Peringatan Maulid di Cilandak Timur
Oleh  :  Drs. H. Hamzah Ahmad,  MM
(Di Ambil dari Artikel Buletin Mimbar Shubuh Sebelas Menara Edisi Maulid)

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21).

Gema   Maulid    Nabi  Muhammad SAW  tahun ini 1434 H, sudah kita  rasakan getarannya.  Alunanan  Sholawat dari riwayat  Perjalanan Nabi termulia  di mulia  di Kompleks  Pendidikan Islam Darul Maa’rif  Cipete Jakarta Selatan.  Berlanjut  di Masjid Al-Falah  Cilandak, bergema  kembali  di  Masjid  Almaarif Pimpinan  H  Achfas H Subuh. Di sambut oleh Mushalla  Baitun Naim Pimpinan Buya H Natsir Rohidi dan begitu  meriah di masjid  Arrohmah yang  di ketua  oleh Bapak  Syafii H Abdullah.

Artikel  ini hanya  mengungkapkan  beberapa  hikmah yang  bersifat  historical, dan motivasi imaniyah bagi kita. Memperingati Hari Kelahiran Nabi merupakan aktifitas luhur mengingat kembali diutusnya Muhammad SAW sebagai Rasul. Jika dengan mengingat saja kita bisa mendapatkan semangat-semangat khusus dalam beragama, tentu ini akan mendapatkan pahala. Apalagi jika peringatan itu betul-betul dengan niat “sebagai bentuk rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW”.
Dalam catatan historis, Maulid Nabi  Muhammad SAW dimulai sejak zaman kekhalifahan Fathimiyah di bawah pimpinan keturunan dari Fatimah Az-Zahrah, putri Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini dilaksanakan atas usulan panglima perang, Shalahuddin Al-Ayyubi (1137M-1193 M), kepada khalifah agar mengadakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Hal itu membawa  hikmah yang  sangat  luar  biasa, kemampuan Umat  Islam  mengalami  perkembangan yang sangat  significant, hingga  akhirnya  mampu  menguasai  kembali  kota Umat  Islam  Al Aqso  dari kaum  Salibis.

Agenda mandasar dan umum tidak lain adalah mencari dan meneladani  terus  dari Keteladanan Nabi Muhammad SAW, hendaknya menjadi panutan dan pedoman hidup setiap muslim. Dibalik semua perayaan yang berlangsung tersebut ada hal yang paling penting kita maknai, agar perayaan itu bukan sekedar seremonial belaka. Peringatan maulid itu dalam rangka mengingat kembali sejarah kehidupan Rasulullah SAW., mengingat kepribadian beliau yang agung, mengingat misinya yang universal dan abadi, misi yang Allah SWT tegaskan sebagai rahmatan lil’alamin. Syaikh Dr. Yusuf Al Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama Internasional, mengungkapkan dalam situs beliau: “Ketika kita berbicara tentang peristiwa maulid ini, kita sedang mengingatkan umat akan nikmat pemberian yang sangat besar, nikmat keberlangsungan risalah, nikmat kelanjutan kenabian. Dan berbicara atau membicarakan nikmat sangatlah dianjurkan oleh syariat dan sangat dibutuhkan.” Kenyataan saat ini telah membuktikan, bahwa disebabkan belum bersungguh-sungguhnya kita dalam meneladani Rasulullah SAW dalam mengarungi perjuangan hidup, maka kehidupan kaum muslimin saat ini cenderung terperosok menjadi Umat terbelakang, dibandingkan dengan Umat-Umat lain di hampir semua bidang kehidupan.
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS. Al-Anbiya’ 107) Rohmat  dalam beberapa  pengertian yaitu  kasih  sayang. Dalam konteks ini  tidak lain  adalah  dengan di turunkannya Rasulullah SAW  kealam dunia  ini  adalah rahmat yang sangat  besar nilainya  baik  secara  korelasi duniawiyah  maupun Ukhrawiyah.

Habib  Ali  Bin  Abdurrahman  Assegaff, merupakan sosok  habib   yang  menjadi  panutan  bagi Umat   Islam di Jakarta  saat ini.  Hal  itu  bukan  hal  yang tidak mendasar, karakter  dan  kewaro’anya  sangat  mendasar  di lingkungan Jakarta.Pada  Peringatan Maulid  di  Masjid  Al Maarif, 2  Januari  2013, yang lalu. Diantara  hikmah mendasar  tausiayah  Habib Ali adalah :   Hadits Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiallahu ‘anhu tentang perpecahan Umat, Nabi Muhammad SAW bersabda : “Sesunggunya agama (Umat) ini akan terpecah menjadi 73 (kelompok), 72 di (ancam masuk ke) dalam Neraka dan satu yang didalam Surga, dia adalah Al-Jama’ah”. (HR. Ahmad dan Abu Daud dan juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu dan juga mirip dengannya dari hadits Auf bin Malik Radhiallahu ‘anhu). Beliau, mengungkapkan  tentang perlunya  kita  menjaga  kondisi  umat dari  terpecahnya  Umat manusia  pada  beberapa kolompok. Yahudi  terpecah, Nasrani terpecah, Islam  juga  demikian, dari  pecahnya  islam menjadi 73  golongan hanya  satu  yang di terima  oleh Allah. Benang merah   dari  uraian hikmah  dari habib Ali  juga  tentang  perlunya  kita  berterima  kasih pada  4  orang sahabat  Rasulullah SAW.  Yaitu ; Syaidina  Abi Bakar r.a, Ummar Ibnu Khottab, dan Sayyidina Utsman Ibnu Affan dan Syaidina  Ali Ibnu Abi Tholib. r.a. Hal  ini  karena  tidak lain karena  kinerja  mereka dalam perjalanan Islam sungguh snagat luar biasa. Penulis  mengungkapkan, urat  nadi  perjuangan  Islam setelah Rasulullah sangta  berpengaruh pada  khilafaurrasidin  yang oleh  ahlusunnah  waljamaah  sangat  menghormati  mereka. Munculnya aliran alairan yang harus  di waspadai saat ini, pada dasarnya  juga  terdapat  pengaruh juga  pada   bagaimana mendalamai  latar belakang dan sejarah  sahabat -sahabat rasul  ini.


KH.  DR. Manarul  Hidayah M.Pd,   juga  memberikan penekanan yang   mendasar bagi Umat islam saat ini, agar  berhati-hati  terhadap  bermunculan  pemikiran-pemikiran  dalam  Islam, sampai-sampai  beliau mengungkapkan, seorang  habiebpun jika  dia  tidak mau menyebutkan keempat Sahabat  Rasulullah, ( Abu Bakar, Ummar Bin Khatab, Usman Bin Affan dan Ali bin abi Tholib,), jangan di jadikan referensi atau  tidak  usaha  di ikut sertakan oleh Umat dalam berbagai kegiatan Keislaman “ demikian  menurut  beliau.


KH.  Abdurrahman Nawi, ulama betawi  yang juga  kharismatik  ini, lebih  menekankan pada kondisi dari  peringatan Maulid  itu  sendiri.  Bid’ah  yang  di  sandarkan  kepada  pelaksanaan maulid itu sendiri  seharusnya  di teliti juga jenis  bid’ah itu. Karena  bid’ah itu  bisa  mubah,sunnah dan makruh  bahkan memang bisa haram. Demikian  di sampaikan di Musholah baitun Naim  Pedurenan. Alhamdulillah jika kita dapat menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan meriah. Namun hendaknya jangan terlalu bangga dulu. Sebab terselenggaranya acara itu baru ibarat awan. Meriahnya suasana baru laksana hujan. Bagaimana dengan buahnya ?. Sudah wujudkah ?.Buahnya adalah “Mutiara hikmah dan perubahan”. Perubahan menjadi lebih baik. Lebih utuh dan lebih bersungguh-sungguh dalam meneladani Rasulullah SAW dalam seluruh sisi kehidupan kita. Kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, negara dan dunia.
Rasulullah SAW adalah rahmat bagi semesta alam, kebaikan dan keberkahannya tidak hanya didapatkan oleh orang-orang yang semasanya dan tidak pula berakhir dengan wafatnya.
Kepada Nabi Muhammad SAW, Allah SWT berfirman: "Dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) kententraman jiwa bagi mereka. Allah Maha mendengar, maha mengetahui." (Qs. At-Taubah: 103).
Terdapat  satu do’a yang  perlu kita  jadikan referensi dalam kehidupan kita yaitu “  Allahumma inni atawajjahu ilaika binabiyyika nabiyyirrahmati Muhammadin shallallahu `alaihi wa alihi”. yang artinya : “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu dengan (perantaraan) Nabi-Mu, nabi pembawa rahmat, Nabi Muhammad, shalawat atasnya dan atas keluarganya”. 


Sosok  KH. Drs. Sofwan Nizomi  memang masih agak asing dengan telinga  masyarakat  Cilandak Timur. Akan tetapi  untuk lingkungan  Pondok  Pinang, Pondok Indah dan sekitar kebayoran lama, nama ini sangat di segani. Menjadi  murid utama (alm) KH  Syafii  Hazfdami  bertahun tahun  rupanya  benar benar membawa   keberkahan yang luar biasa baginya.  Dan integritas keilmuannya  juga  demikian.  Pada  2  kesempatan, di Mushalla Baitun naim dan Masjid  arrohmah  beliau  mengungkap  2 tema  yang berbeda.  Saat  di  Mushalla  Baitun Naim, Beliau  lebih  menekankan pada  “perlunya  Umat islam  menghormati  orang - orang sholaeh  dan dapat  di  jadikan wasilah“. Ilustsrai  beliau.  Lain halnya  di  Masjid  Arrohmah,  Beliau  dengan  bahasa  arab  yang sangat  faseh, mengungkapkan  tentang : Sangat  Perlunya  mengantisisfasi  munculnya  radio radio  dakwah yang  membawa  pemikiran islam,  menurutnya,   mereka yang  berdakwah melalui media  radio  misalnya,  dalam berdakwah belum masuk pada  substansi  tiga  hal  utama  dalam Islam, yaitu : Islam, Iman, dan Ihsan. Yang mereka  lakukan   hanya  bersifat  Iman, dan islam tetapi  hal ihsan sangat  di tinggalkan.  Jadi akhlaknya sangat  buruk.
Dalam tatanan sejarah sosio antropologis Islam, Muhammad SAW dapat dilihat dan dipahami dalam dua dimensi sosial yang berbeda dan saling melengkapi. Lain halnya


KH. Drs. Mursyidi, di Masjid   Arrohmah, beliau  memunculkan satu kondisi  manusia   yang di ilustrasikan bagaikan hewan kambing. Kambing yang susah di atur, sulit  di urus, jika  anaknya  mabuk  maka  si kambing diam saja dan tidak berbuat apapun terhadap anaknya, Begitulah sifat manusia, jika  si  bapak  tidak menghiraukan anaknya mabuk mabukan, sama saja dengan  hewan kambing.  Pada  kesempatan itu  pula, KH  Mursyidi mengungkapkan perlunya  teregulasi baru  tentang harus  di bangkitkannya   generasi Muda Islam di berbagai  momentum kegiatan Islam. 
Tujuannya  agar  terdapat  regenerasi yang baik  bagi Islam di masyarakat. Akan tetapi  SDM  generasi Islam juga harus  siap dan mampu bersaing.  Umat  Jakarta  menurut beliau saat  kejadian banjir  yang  lalu, diumpamakan  bagaikan azab Allah  yang sedang  membersihkan  kota  Jakarta  dari  lumuran  dosa  yang terjadi pada malam tahun baru 2013 lalu. Hikmah  utamanya  dari KH  Mursyidi yaitu perlunya  kita  kembali pada  nasehat Rasulullah  yaitu dengan melestarikan ajaran dan misi perjuangan Rasulullah, dan juga para Nabi. Sesaat sebelum menghembuskan nafas terakhir, Rasul meninggalkan pesan pada umat yang amat dicintainya ini. Beliau bersabda : “Aku tinggalkan pada kalian dua hal, kalian tidak akan tersesat dengannya, yakni Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya sallallahu alaihi wa sallam” (HR. Malik).

Khatimah  dari  Kaladioskop  Malulid Nabi Muhammad SAW  yang pertama  ini yaitu ;
Pertama, Umat  harus  mulai  melakukan selektif dengan berbagai perkembangan  pola pemikiran yang ada. Karena  biar bagaimanapun mereka yang tidak suka  terhadfap Islam itu sendiri  masih berusaha  meredupkan cahaya  Islam  di muka  bumi ini.
Kedua, Besarnya anggaran  finansial  yang di butuhkan  oleh penyelenggaraan  Maulid  itu  harus di barengi  dengan pertumbuhan   kualitas  beragama Umat.
Ketiga, dalam perspektif teologis-religius, Muhammad SAW dilihat dan dipahami sebagai sosok Nabi sekaligus Rasul terakhir dalam tatanan konsep keislaman. Hal ini memposisikan Muhammad SAW sebagai sosok manusia sakral yang merupakan wakil Tuhan di dunia yang bertugas membawa, menyampaikan, serta mengaplikasikan segala bentuk pesan “suci” Tuhan kepada umat manusia secara universal. (HA)

MIMBAR SUBUH EDISI MAULID 1434 H


 Alhamdulillah telah terbit Mimbar Subuh Sebelas Menara Edisi Khusus Maulid 1434 H , Masjid Al Barkah selaku anggota Kuliah Subuh Gabungan Masjid dan Mushalla Se-Cilandak Timur yang juga salah satu Tim Redaksi Buletin Mimbar Subuh Sebelas Menara ikut membantu terbitnya Buletin Mimbar Subuh Sebelas Menara Edisi Khusus Maulid No.003/Rabbiul Awal 1434 H/ Februari 2013. dalam edisi tersebut khusus memuat berbagai artikel yang berkaitan dengan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1434 H/ 2013 M.

Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1434

Hadroh Remaja Masjid Al Barkah

Mahlul Qiyam

H. Rasim, HN (Ketua Masjid Al Barkah)

KH. Musyfiq Amrullah, Lc. M.Si

H. Pardi, SH (Anggota DPD RI)

Sekitar Seribu Jamaah Memadati Masjid Al Barkah
Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1434 H
Masjid Al-Barkah Jeruk Purut Jakarta Selatan

Perayaan Maulid Nabi diperkirakan pertama kali diperkenalkan oleh Abu Said al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Adapula yang berpendapat bahwa idenya justru berasal dari Sultan Salahuddin sendiri. Tujuannya adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, serta meningkatkan semangat juang kaum muslimin saat itu, yang sedang terlibat dalam Perang Salib melawan pasukan Kristen Eropa dalam upaya memperebutkan kota Yerusalem dan sekitarnya. Pada tanggal 24 Januari 2012 atau dalam tanggal Islam jatuh pada tanggal 12 Rabbiul Awal 1434 H, Umat muslim dunia merayakan hari mulia kelahiran imam, pemimpin, juga nabi dan Rasul pilihan Allah SWT, rasul terakhir yang di tunjuk Allah SWT untuk membawa manusia dari jaman jahiliyah menuju jaman yang terang benderang.

Tepat pada tanggal 24 Januari 2013 atau dalam tanggal Islam jatuh pada tanggal 12 Rabbiul Awal 1434 H, pada pukul 11.00 Masjid Al Barkah Jeruk Purut Jakarta Selatan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, di hadiri oleh segenap umat muslim sekitar lingkungan Masjid Al Barkah bahkan dari luar lingkungan Masjid Al Barkah, acara dimulai pukul 10.30  dengan lantunan sholawat yang dibawakan oleh tim hadroh remaja masjid Al Barkah hingga pukul 11.00 dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan tahmid yang dipimpin oleh KH. Zakaria Minan (Sesepuh setempat) kemudian dilanjutkan pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW oleh Ust. H. Madinah HA dengan diiringi tabuhan hadroh pembacaan riwayat nabi berlangsung syahdu dan hikmat. Kemudian di lanjutkan dengan sholat dzuhur berjamaah setelah itu barulah acara inti namun sebelumnya H. Rasim, HN selaku ketua Masjid menyampaikan sambutan kemudian H. Pardi salah satu anggota DPD  Republik Indonesia yang kebetulan hadir ikut menyampaikan kata-kata sambutan barulah acara inti yaitu ceramah hikmah maulid yang di sampaikan oleh KH. Musyfiq Amrullah, Lc, M. Si, dalam ceramahnya beliau mengajak umat Islam untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW, mematuhi segala perkataan Rasul dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari agar kita selaku umatnya di dunia hingga akhirat dan mendapatkan surga Allah SWT. Acara berakhir pukul 14.15  ditutup dengan pembacaan doa oleh KH. Syarif Syarbini dan pembagian buah tangan berisi sembako oleh panitia untuk para jamaah, pembagian buah tangan sempat ricuh karena sebagian jamaah sempat berebut dan saling dorong, namun akhirnya dapat diredam oleh panitia di bantu para anggota FORKABI dari DPRt. Cilandak Timur Jakarta Selatan. (Kominfo Masjid Al Barkah)

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Masjid Al Barkah

Hadirilah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Bersama Para Habaib, Ulama & Umaro' di Masjid Al BarkahKamis, 24 Januari 2013 / 12 Rabiul Awal 1434 H Pukul, 11.00 - Selesai ( Shalat Dzuhur Berjama'ah). (Kominfo Masjid Al Barkah Jeruk Purut Jak - Sel)

Mimbar Subuh

Masjid Al Barkah bersama seluruh Masjid & Mushalla Se-Cilandak Timur yang tergabung dalam Kuliah Subuh Gabungan Masjid & Mushalla Se- Cilandak Timur menerbitkan buletin bulanan yang berisikan kutipan ceramah dan kegiatan kuliah subuh setiap bulan, bukan cuma itu dalam bahasan buletin tersebut penuh ilmu dan manfaat untuk kehidupan sehari-hari, adapun rubrik yang terdapat di dalamnya antara lain Mimbar Subuh, Hikmah, Renungan, Fiqih dll. buletin ini terbit setiap bulan di masjid dan mushalla Se-Cilandak Timur Jakarta Selatan. (Kominfo Masjid Al Barkah)

TOUR YATIM/PIATU MASJID AL-BARKAH


Dari Ibnu Abbas r.a., Rasulullah bersabda :”Dan barangsiapa yang membelaikan tangannya pada kepala anak yatim di hari Asyuro, maka Allah Ta’ala mengangkat derajat orang tersebut untuk untuk satu helai rambut satu derajat. Dan barangsiapa memberikan (makan dan minum) untuk berbuka bagi orang mukmin pada malam Asyuro, maka orang tersebut seperti memberikan makanan kepada seluruh umat Muhammad SAW dalamkeadaan kenyang semuanya.”— Al Hadis.

Dalam Rangka menyambut tahun baru Islam sudah menjadi rutinitas pengurus Masjid Al-Barkah Jeruk Purut untuk berbagi dan menyantuni Yatim piatu dan para dhuafa di lingkungan Masjid Al-Barkah. Pada tahun ini 1434 H/ 2012 M Pengurus Masjid berencana mengadakan Tour sekaligus Santunan Yatim Piatu ke Dunia Fantasi Ancol yang akan dilaksanakan pada hari minggu, 25 November 2012, para yatim/piatu akan berkumpul tepat bukul 07.00 WIB di halaman Masjid Al-Barkah dan berangkat menuju Dunia Fantasi, Ancol Jakarta.  
(Kominfo Masjid Al-Barkah)

Duka Nestafa Palestina




Pernah merasa tidak berdaya? ketika saudaramu di aniaya, di hajar sampai berdarah -darah di depan matamu tanpa bisa berbuat apa -apa?  Itulah yang lagi terjadi di Palestina . Batapa getirnya, melihat bocah-bocah yang berlumur darah tergeletak bak boneka mainan di tanah akibat hantaman rudal israel. Geram dan bingung………yah…geram, pengen balas, pengen bantu , pengen sekedar menggendong tubuh -tubuh mungil tak berdaya, namun tak bisa. Bingung karena parade penyiksaan di luar peri kemanusiaan itu hanya jadi tontonan lembaga dunia yang mengaku sebagai perserikatan bangsa-bangsa. Bingung, karena Amerika malah menganggap benar tindakan zionis yahudi , dan malah mendukung dengan mengatakan itu adalah tindakan membela diri. Lalu bangsa palestina dengan senjata yang sangat terbatas, mencoba melawan sebisa-bisanya dan berlakulah hukum alam, kejahatan yang terorganisir akan mengalahkahkan kebenaran yang lemah. Bangsa palestina berguguran laksana helai-helai daun di musim salju. Siapakah mereka? Merakalah saudara kita. Mereka lah yang kata rasulullah, bagaikan satu tubuh dengan kita, merekalah yang di gambarkan sebagai saudara kita , yang harus kita bela darah dan kehormatanya. Namun, kemana kita waktu mereka di bantai? adakah kita mengingat mereka di kala kita  tertidur pulas, bahwa mungkin mereka belum tidur sejak invasi dimulai? adakah terbersit dalam pikiran kita, ketika duduk kekeyangan dan dalam waktu bersama air mata kepedihan bercampur darah menggenangi pelupuk mata mereka?  Lalu saudara seperti apakah kita?  Saudara kah kita? masih bisakah kita mengaku saudara? betapa berat tangan kita untuk sekedar menyumbang seratus ribu. Yang bagi kita uang sejumlah itu hanya untuk membeli satu kali makan  siang kita, yang untuk mereka bisa berubah menjadi infus, selimut, makanan, bahkan air minum yang bisa menghapus sedikit dahaga mereka. 


Pernahkah sedikit saja kita membayangkan posisi mereka jadi posisi kita? Mungkin kita tidak akan sanggup. Mungkin sebagian dari kita memilih mati ketimbang menjadi orang palestina. Duka nestapa apa yang bisa menandingi ketika seorang ayah palestina, mencoba menyembunyikan anak lelakinya yang berumur 5 tahun di belakangnya dan sniper yahudi mencari dan memilih anggota tubuh sang bocah untuk jadi sasaran pelurunya?  Seolah-olah semua orang palestina ditakdirkan mati di tangan YAHUDI. Merekalah saudara kita yang sedang menunggu uluran tangan dan doa kita. Mari hapus duka mereka, mari buktikan bahwa kita saudara. Janji Allah itu pasti benar. Bersabarlah wahai saudara kami, bangsa palestina. Kelak batu pun akan mengatakan keberadaan orang yahudi, ketika hari itu tiba, tidak ada tempat bagi YAHUDI untuk melarikan diri. Seperti apa yang telah mereka perbuat saat ini. (Achmad Sukriya, S.Ikom, Kominfo Albarkah)

Peringatan Meriah Sambut Muharram 1434 H di Masjid Albarkah





Jum’at, 16 November 2012 Masjid Albarkah bekerjasama dengan Masjid Almagfiroh, Forum Remaja Islam Masid Cilandak Timur dan DPRt. Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) Cilandak Timur menggelar acara Syiar Muharram menyambut datangnya Tahun baru Hijriyah 1434 H/2012 M, Acara berlangsung sangat meriah diawali dengan pawai kafilah selepas Isya dari masjid Al-Maghfiroh menuju Masjid Al-Barkah yang berjarak kurang lebih 2KM, pawai kafilah diikuti sekitar 1000 peserta terdiri dari anak-anak, kaum Ibu dan warga dari masing-masing RT di RW.02 dan RW 03 Kelurahan Cilandak Timur Pasar Minggu Jakarta Selatan. Acara juga diisi oleh pentas seni budaya islam dan perlombaan sholawat kaum Ibu, acara semakin meriah ketika pawai kafilah tiba di masjid Al-Barkah dengan disambut ratusan petasan yang mengiring kedatangan kafilah sebagai symbol suka cita hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari kota Makkah ke kota Madinah.

Ust. Drs. H. Hamzah, MM (Ketua Penyelenggara)
Menurut ketua panitia Ust. Drs. H. Hamzah, MM saat di wawancarai TVONE “Acara ini diadakan untuk mengingat dan meneladani kisah hijrahnya nabi Besar Muhammad SAW, agar kita selaku generasi Islam abad ini tidak melupakan tahun baru umat Islam yang sesungguhnya. Merupakan suatu yang sangat disayangkan ketika kaum muslimin lebih mengutamakan penanggalan kaum Nasrani, yaitu penanggalan Masehi. Di sisi lain, mereka melupakan penanggalan Islam, yaitu penanggalan Hijriyah. Ini adalah sesuatu yang jarang disadari oleh kaum muslimin, jadi moment ini adalah moment yang tepat untuk menunjukan kepada generasi muda bahwa tahun baru hijriyah atau tahun baru islam juga bisa di adakan secara meriah seperti ini”.

Bazzar Rakyat Ikut Meriahkan Acara
Acara tersebut di tutup tepat pukul 23.00 WIB dengan acara puncak pembagian hadiah untuk para peserta kafilah dan lomba sholawat kaum ibu, namun walaupun acara telah berakhir para peserta pawai kafilah dan para hadirin yang hadir di suguhi bazzar rakyat yang membuat acara tersebut tetap ramai hingga puku 24.00 WIB. 

(Achmad Sukriya, S.Ikom, Kominfo Masjid Albarkah)